kopi vintage bernostalgia
Tempat-tempat ini menjadi favorit pecinta kopi dan pemburu konten estetik, membawa pengunjung seolah melakukan perjalanan visual sambil menyeruput secangkir hangat.
Beberapa sudut kota Malang, khususnya di sekitar Kampung Heritage Kayutangan, menghadirkan beragam kopi kedai bergaya klasik yang menyatu dengan bangunan era kolonial Belanda. Misalnya Kopi Lonceng Heritage di Jl. Basuki Rahmat berdiri sejak 1949 dan mempertahankan bangunan asli bergaya art deco lengkap dengan menu kopi dan teh tradisional harga Rp 10.000-an sampai Rp 20.000-an saja.
Di gang-gang sempit Kayutangan juga tersebar Kopi Hamur Mbah Ndut, kedai yang beroperasi di bangunan tahun 1923. Ornamen sepeda jadul, lemari antik, dan foto-foto tua menghadirkan suasana nostalgia yang tenang dan kental.
Kedai Kopi Hwie (Jl. Basuki Rahmat No. 35) pun menyimpan nilai sejarah. Interiornya penuh ornamen jadul dan suasana masa lalu yang terasa hidup. Mintalah menu tradisional seperti kopi tubruk atau latte yang disajikan dengan ramah dan harga bersahabat.
Sementara di Mojolangu, Tenthirty Coffee & Eatery menyajikan vibe abad 90-an dengan pajangan televisi tabung, piringan hitam, radio retro, piano, serta mesin arcade klasik. Suasana hangatnya dipadu furniture kayu pastel yang estetik cocok untuk nongkrong sambil nostalgia.
Masih ada sejumlah warung kopi tua seperti Warkop Fajar Baru, Tarkam, Klodjen Djaja 1956, dan Buk Pon yang mengadopsi interior lama, suasana santai warkop, dan menu kopi tubruk atau kopi susu sederhana antara Rp 5.000–15.000-an. Tempat-tempat ini populer di kalangan mahasiswa dan pekerja karena kebersahajaan dan keterjangkauannya

jadi pengen kesana dehhh
BalasHapusWih menarik nih
BalasHapus